SUMENEP I liputan12 - Suasana khidmat biara Pendopo Agung Keraton Sumenep saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar doa bersama, Selasa (02/09/2025).
Doa bersama tersebut diikuti puluhan pengemudi ojek online (ojol), tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat.
Ratusan peserta tampak menundukkan kepala dengan penuh kekhusyukan, sementara lantunan doa menggema memenuhi ruangan, memohon keselamatan umat dan daerah agar selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa doa bersama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ikhtiar spiritual dan bentuk tanggung jawab moral terhadap kondisi bangsa. Menurutnya, doa adalah benteng yang mampu menjaga keutuhan negara sekaligus menjauhkan masyarakat dari musibah, perpecahan, maupun potensi konflik.
“Doa bersama ini adalah ikhtiar kita agar bangsa dan daerah selalu dalam melindungi Allah SWT. Semoga negeri ini terhindar dari segala bencana dan perpecahan,” tegas Bupati di hadapan peserta yang larut dalam suasana haru.
Kegiatan yang berlangsung dalam nuansa penuh keakraban itu juga menjadi momentum memperkuat solidaritas dan rasa persaudaraan antarwarga. Kebersamaan dalam doa dipandang sebagai cermin kepedulian dan langkah nyata untuk menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat agar ikut menjaga suasana kondusif. Sumenep akan tetap aman, damai, dan sejuk jika semua pihak saling menguatkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut Bupati Fauzi menyampaikan, tradisi doa bersama seharusnya tidak hanya diadakan saat bencana atau krisis terjadi. Ia menilai doa bersama patut dijadikan kegiatan rutin sebagai wujud kepedulian spiritual, sekaligus sarana mempererat silaturahmi.
“Doa bersama adalah tradisi sosial dan spiritual yang harus terus dipelihara. Melalui doa, kita meneguhkan kebersamaan dan semangat persaudaraan,” tutupnya.

