BOGOR, Terasjabar - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Permas Nusantara Kabupaten Bogor menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal instruksi dan sikap tegas Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Langkah ini dinilai sebagai kebijakan yang sangat membumi dan memahami denyut nadi ekonomi masyarakat di wilayah penyangga ibu kota.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Permas Nusantara Arief Budiman dalam koordinasinya bersama pengurus daerah, menegaskan bahwa konsistensi Wapres Gibran adalah cerminan dari kepemimpinan yang tidak berjarak dengan realitas sosial.

"Mas Wapres Gibran telah menunjukkan bahwa politik bukan sekadar angka di atas kertas, tapi soal keberpihakan. Penolakan kenaikan BBM ini adalah pesan jelas dari duet Prabowo-Gibran bahwa kepentingan rakyat adalah hukum tertinggi. Kami di Permas Nusantara melihat ini sebagai keberanian pemimpin muda yang tidak mau membiarkan daya beli masyarakat tergerus oleh tekanan global," tegas Arief Budiman, Sabtu, 11 April 2026.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPC Permas Nusantara Kota Bogor Muhammad Audy memberikan perspektif lokal terkait dampak kebijakan ini bagi warga Bogor. Menurutnya, stabilitas harga BBM adalah kunci bagi ketahanan ekonomi di tingkat desa hingga kecamatan.

"Bogor Raya memiliki wilayah yang sangat luas dengan mobilitas logistik dan pertanian yang tinggi. Jika harga BBM naik, dampaknya akan langsung dirasakan oleh para petani di Bogor Barat hingga pelaku UMKM di Cibinong. Kami sangat mengapresiasi keberanian Mas Gibran yang pasang badan menolak usulan tersebut," ujar Audy.

Lebih lanjut, Muhammad Audy menambahkan bahwa sosok Gibran telah memberikan standar baru bagi kepemimpinan anak muda di Indonesia: berani mengambil posisi sulit demi menjaga stabilitas dapur rakyat.

"Bagi kami di daerah, apa yang dilakukan Mas Gibran adalah bukti nyata dari visi besar Presiden Prabowo untuk swasembada dan kesejahteraan. Ini memberikan suntikan semangat bagi kami pengurus DPC di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor untuk terus bergerak di garis massa, membuktikan bahwa pemimpin muda bisa diandalkan dan solutif dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional," tutup Audy.***