JAKARTA I TerasJabar - Setelah pekan lalu nge-prank rakyat Aceh lewat berita hoaxnya yang mengatakan kondisi kelistrikan di Aceh pasca bencana banjir sudah pulih 93% seperti laporannya ke Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, tapi faktanya hingga kini sistem kelistrikan di Aceh tak juga pulih secara total.

Belakangan, ketidakmampuan itu seolah dipoles PLN dengan berita macam-macam seperti medan yang sulit, kerusakan infrastruktur kelistrikan yang sangat parah dan banyak alasan lagi. 

Bahkan terbaru, PLN juga menyiarkan berita bahwa salah satu hambatan mereka adalah maraknya aksi pencurian kabel trafo yang terjadi di 13 gardu distribusi. Di sisi lain, PLN secara masif pula memosting berbagai kegiatan mereka di Aceh dalam memulihkan listrik di Tanah Rencong meski hasilnya sampai sekarang 'Nol Besar'.

Menyikapi berbagai alasan itu, Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Kornas Re-LUN) Teuku Yudhistira mengatakan, sebaiknya PLN jangan lagi bermain dalih dan alibi untuk menyelamatkan muka karena ketidakmampuannya.

"Kita tunggu statement Dirut PLN Darmawan Prasodjo, bahwa dia siap meletakkan jabatannya dan mundur secara kstaria. Jangan seperti banci yang banyak mengeluh dengan melemparkan segala macam alasan dan ngaku terus berusaha padahal sampai sekarang dia tidak bisa memastikan kapan listrik di Aceh Pulih total," tegas Yudhistira yang ditemui di Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) ini juga menyesalkan sikap Dirut PLN yang lebih mengedepankan intrik asal bos senang (ABS) demi mempertahankan jabatannya dengan mengabaikan bahwa apa yang dilakukannya semakin menyakiti pengungsi korban bencana di Aceh.

"Semua juga pada tahu, gimana tiba-tiba PLN mampu menyalakan listrik khususnya di Aceh Tamiang ketika Presiden Prabowo melakukan kunjungan. Tapi setelah Presiden kembali, PLN kembali mematikan listrik. Padahal saat Gubernur Aceh menggelar konferensi pers seperti yang diposting di sejumlah media sosial, listrik tetap padam dan PLN tidak melakukan trik yang sama. Kejam ini," kecam Yudhis. 

Dengan beberapa fakta yang mencuat ke permukaan ini, Yudhis berkesimpulan tak ada alasan lagi bagi Presiden Prabowo untuk tidak memecat Darmawan Prasodjo.

"Presiden harus pecat Darmo. Kalo menunggu dia mundur mustahil rasanya karena saya melihat dia ini tipe pejabat yang tak tau malu meski dihujat berjuta-juta kali, muka tembok aja yang penting masih punya jabatan dan masih punya kuasa," ujarnya.