Kejari Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penggunaan Anggaran APEKSI Kota Banjar

Banjar, terasjabar.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar akhirnya memberhentikan penyelidikan kasus dugaan penyimpangan dan pertanggungjawaban keuangan kegiatan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas Apeksi) di Kota Semarang Jawa Tengah tahun 2019.

Pernyataan diberhentikannya pengusutan atau penyelidikan kasus kegiatan Apeksi itu, disampaikan langsung Kepala Kejari Kota Banjar, Gunadi, SH.MH, pada Pers Konfren di ruang rapat kantor Kejari, Rabu (19/08/2020)

Turut mendampingi Kasi Pidana Khusus Kejari Banjar, Jonathan Suranta Martua, SH., dan Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan, Rizal Ramdhani, SH., serta Kasi Pidana Umum, Fajar Mutaqien, SH.

Menurut Gunadi, penghentian penyelidikan atau tidak dilanjutkannya ke tahap penyidikan tersebut, karena tidak diketemukannya dugaan kerugian negara dari rangkaian kegiatan Apeksi tahun 2019 itu.

Kendati perkara pertanggungjawaban keuangan kegiatan Apeksi 2019 proses penyelidikannya dihentikan, ditegaskan Gunadi, tidak menutup kemungkinan perkara ini nanti dilanjutkan kembali.

“Jika diketemukan novum atau bukti baru, perkara ini bisa saja nanti dilanjutkan lagi. Terkait lanjut atau tidaknya, sangat tergantung novum itu,” ujarnya.

Dijelaskannya proses penyelidikan kegiatan Apeksi Semarang tahun 2019, Kejari Kota Banjar memanggil 29 OPD di Kota Banjar secara maraton.

“Dari semua OPD itu, saat ini sudah mengembalikan uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan ke kas daerah,” ungkap Gunadi.

Dia menjelaskan, besaran uang yang berhasil diselamatkan Kejari Banjar, sampai OPD Kota Banjar mengembalikan uang ke kas daerah dari kegiatan Apeksi Semarang tahun 2019 lalu, totalnya itu mencapai Rp 87.520.550.

“Terbesar uang yang dikembalikan atau disetorkan ke kas daerah itu dari Bagian Tata Pemerintahan Setda Banjar sebesar Rp 17,2 juta. Kemudian, terkecilnya Rp 735.000 dari kecamatan, Disnaker dan OPD lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, pengembalian uang disetorkan langsung ke kas daerah oleh OPD yang mengikuti kegiatan Apeksi itu, dibuktikan adanya Surat Tanda Setoran ke BJB. Irwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *