2 Mantan Kades Nagarajaya & Panjalu Kabupaten Ciamis Dipenjara, Ini Dugaan Korupsinya

CIAMIS, terasjabar.com – Polres Ciamis dan Kejaksaan Negeri Ciamis, merilis dua oknum mantan Kepala Desa Nagarajaya Kecamatan Panawangan dan Desa Panjalu Ciamis yang tersandung dugaan kasus korupsi, Rabu (16/9) sekitar pukul 10.00. Mantan Kades Nagarajaya inisial AH (50) diduga korupsi berbagai Dana Desa (DD), Banke Ciamis, Bamprop, sewa tower dan yang lainya, mencapai Rp500 juta.

Sedangkan, Mantan Kades Panjalu inisial RA (50) tersangkut korupsi Retresubi Situ Lengkong Panjalu yang tidak disetorkan ke Pemerintah Daerah Ciamis, mencapai sekitar Rp 2,2 milyar.

Kedua tersangka telah menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Ciamis di LP Kelas II B Kabupaten Ciamis. Kasus pertama, disampaikan Wakapolres Ciamis Kompol Hidayatullah, dalam konferensi pers di Mapolres, bahwa Satuan Reskrim Polres Ciamis berhasil mengungkap dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Mantan Kepala Desa Nagarajaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis, inisial AH yang menjabat periode 2013-2019.

Terungkapnya kasus tersebut, berkat adanya laporan dari masyarakat tentang penyelewengan berbagai dana desa, lalu diproses. Hasilnya, terungkap ada dugaan tindak pidana korupsi sejumlah sumber Dana Desa, baik dari Alokasi Dana Desa (ADD), Banprov Jabar, Bankeu Ciamis, PAD, PBB , BPJS Ketanagakerjaan tahun 2018 dan sewa tower.

“Kerugian negara berdasarkan laporan dari Inspektorat Ciamis, sebesar setengah milyar dengan rincinya Rp510.945.271,” terang wakapolres. Wakapolres menyampaikan, modusnya, tersangka tidak melaksanakan seluruh kegiatan Dana Desa (DD) Tahun 2018 sebesar Rp 303 juta. Kasus kedua, Rabu (16/9) siang Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis, dalam press realese, menahan mantan Kades Panjalu yang ikut nyalon juga di Pikades 2020 inisial RH (50). Diduga, tersangka melakukan tindak pidana korupsi retribusi Situ Lengkung Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis, Ahmad Tri Nugraha SH, mengatakan, penahanan RH ini atas dasar laporan hasil perhitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP). Kerugian negara atas dugaan tindakan korupsi tersebut mencapai Rp2,2 milyar lebih. Tersangka melakukan tindakan yang merugikan negara sekitar dari tahun 2015-2018. Modusnya, tersangka tidak menyetorkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai Perbup Ciamis tentang dana bagi hasil.

“Untuk mempertanggungjawabkanya, hari ini kami tahan dengan dijerat pasal 2 Jo pasal 3 Jo pasal 18 Undang-Undang tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman penjara 4 hingga 20 tahun,” tegasnya.

DitambahkanAhmad, tersangka dalam waktu dekat secepatnya akan dilimpahkan ke Pengendalian Tipikor Bandung untuk menjalani persidangan. Bahkan, pihaknya sedang mendalami apakah ada tersangka lain atau tidak, namun sejauh ini belum ada penambahan. “Jadi kami terus dalami kasus ini,” katanya. Pihaknya, lanjut dia, menangani dua kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat dua kepala desa. Dimana satu kasus ditangani oleh Polres Ciamis, dengan tersangka mantan Kades Nagarajaya. “Kini dilimpahkan ke Kejaksaan dan satu lagi di Panjalu yang ditangani Kejaksaan.

Jadi kedua tersanka kami tahan dan dititipkan di lP Kelas II B Ciamis,” Pungkasnya. Irwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *