IMAM SUYUDI TINJAU LAYANAN UPT TASIK DAN RESMIKAN RUANG PELAYANAN P2U LAPAS CIAMIS.

CIAMIS, terasjabar.com – Untuk memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat dalam hal keamanan dan pengawasan lalu lintas, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Imam Suyudi bersama Kepala Divisi Administrasi, Ngadiono Basuki, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Abdul Aris, Kepala Divisi Keimigrasian, Heru Tjondro, meresmikan Ruang Layanan Penjaga Pintu Utama (P2U) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis beralamat di Jl. Ir. H. Juanda, Ciamis, Kec. Ciamis, Kabupaten Ciamis, Senin (24/08/2020).

Sebelum meresmikan Ruang Layanan P2U tersebut, terlebih dahulu Imam Suyudi beserta Para Pimti Pratama tinjau Ruang Layanan Pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tasikmalaya. Tidak tangung-tanggung, tinjauan pun dilanjutkan ke Lapas Kelas IIB Tasikmalaya terutama pada blok hunian.

Usai itu, Imam Suyudi bersama Para Pimti Pratama bergegas menuju Lapas Kelas IIB Ciamis. Ruangan yang ditinjau pertama adalah Ruang Bimbingan Kerja (Bimker) yang salah satunya ruangan saung angklung tempat kerajinan lidi hasil karya narapidana, ruang menjahit, ruang perkayuan, ruang cukur rambut, ruang bengkel otomotif. Kemudian Ruangan Dapur tempat produksi makanan, Ruang Kunjungan.


Selanjutnya, Imam Suyudi resmikan Ruang Layanan P2U secara simbolis dengan pengguntingan pita. Dalam sambutannya, Imam Suyudi menekankan, “Peningkatan keamanan dan ketertiban ini adalah bagian dalam rangka menjaga keamanan dan ketertibanan alur barang, alur kunjungan, lalu lintas orang dan barang. Saya berharap bagi semua pegawai agar tetap dipertahankan. Pembangunan tata laksana sebagaimana SOP yang dibentuk tetap dijalankan sekaligus ditingkatkan, agar lebih mudah dalam melakukan pengawasan. Saya mengapresiasi Ruang Layanan P2U ini, semoga dengan ini memicu untuk meningkatnya kecermatan dalam pengawasan”.

Ruang Layanan P2U memiliki tanggung jawab yang sangat besar tentang pengamanan di Pintu Utama Lapas. Adapun tugas dan fungsi dari P2U adalah sebagai berikut :

1. Sarana pencegahan dan pengamanan lalu lintas dari masuk atau pun keluarnya orang dan barang secara tidak sah;

2. Tempat pemeriksaan dan penggeledahan setiap orang tanpa terkecuali termasuk pejabat, petugas, pengunjung dan pihak lainnya;

3. Sebagai sarana dimana pemeriksaan dan penggeledahan setiap barang dan kendaraan yang masuk atau keluar Lapas;

4. Sarana Penerimaan dan pengeluaran penghuni berdasarkan surat-surat yang sah, memeriksa secara cermat identitas dan mencatat dalam buku laporan tugas pintu utama;

5. Tempat pemeriksaan secara cermat identitas tamu, menanyakan keperluannya, serta mencatat dalam buku tamu;

6. Pengamanan senjata api, alat-alat keamanan dan barang inventaris lainnya dalam lingkungan pintu utama serta menggunakannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pungkasnya. Irwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *